Why Should I Invest My Money?

Pernahkan anda membayangkan akan jadi apa anda dalam 20 tahun ke depan? Atau pernahkah anda menemui seseorang yang saat muda sukses dalam karir dan memiliki banyak harta namun berakhir hidup di jalanan pada masa tuanya? Atau seseorang yang di masa tuanya tinggal di rumah hidup berkelimpahan dari hasil investasi yang dibangunnya saat muda? Kondisi mana yang anda pilih untuk hidup anda?

Semua orang ingin hidup berkelimpahan. Saat ini banyak penasehat keuangan merekomendasikan “bekerja keras, berhemat, menabung dan dilarang berhutang maka anda akan kaya raya”. Beranikah sang ahli keuangan menjamin bahwa nasehat tersebut berlaku selamanya? Atau sebenarnya nasehat tersebut sudah usang?

Menabung secara harafiah adalah kegiatan ekonomi dengan menyisihkan sebagian pendapatan yang tidak dibelanjakan. Dahulu menabung adalah tindakan yang cerdas dalam keuangan. Menabung umumnya menaruh uang di rekening bank,  komunitas tertentu, atau ke pasar uang yang relatif lebih aman dan membayar biaya tetap (administrasi) ditambah potongan pajak dan suku bunga yang rendah. Belum lagi inflasi yang semakin tinggi semakin menggerus nilai uang. Tabungan tidak memberikan keuntungan kepada anda dalam jangka panjang namun malah terlalu berisiko. Bagaimana jika tiba-tiba terjadi krisis moneter di negara kita serupa dengan krisis moneter tahun 1998? Kurs rupiah melemah sebesar 400 % dari semula Rp 4.000 di akhir 1997 kemudian merangkak naik ke Rp 8.000 dan mencapai puncaknya pada Juni 1998 di Rp 16.650. Tentu nilai riil uang anda akan merosot tajam, tidak lagi ada harganya. Alih-alih mengambil keuntungan dari bunga bank, anda malah harus menanggung kerugian besar.

Rupiah adalah mata uang dan mata uang harus terus bergerak untuk mempertahankan nilainya. Jika ia berhenti, cepat atau lambat nilainya akan berkurang. Mata uang yang bergerak digunakan untuk mendapatkan aset riil dengan nilai riil mata uang. Aset rill antara lain emas, perak, perumahan dan saham perusahaan. Jika anda membeli sebidang tanah tahun ini dan menjualnya 5 tahun lagi harganya pasti naik, kira-kira apa penyebabnya? Apakah karena nilai riil tanah anda naik? Atau nilai riil mata uang kita yang semakin menurun? Perlu kita renungkan lebih dalam jawabannya.

Satu-satunya cara untuk menjaga uang kita adalah dengan investasi. Investasi menghasilkan dan melipatgandakan kekayaan anda. Secara umum, investasi adalah penanaman aset yang dilakukan oleh perorangan atau perusahaan untuk jangka waktu tertentu demi memperoleh sejumlah imbal hasil di masa depan.

Siapa saja yang dapat berinvestasi?

Semua orang dapat berinvestasi asalkan ada 3 hal utama: ada uang yang akan diinvestasikan, ada rencana investasi dan sikap disipiin. Investasikan 25-30% penghasilan anda ke instrumen-instrumen keuangan yang ada di pasar atau aset riil contoh emas. Banyak instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai kemampuan.

Macam-macam Investasi

Tersedia berbagai bentuk investasi berdasarkan profil risiko dan jangka waktu.

  1. Investasi jangka pendek, yang termasuk dalam investasi ini adalah deposito berjangka (tenor 3 bulan dan 6 bulan) dan reksa dana pasar uang.
  2. Investasi jangka panjang, adalah emas, perumahan, saham, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran. Instrumen- instrumen investasi ini umumnya memiliki tenor diatas 3 tahun.

Saat ini saya berinvestasi dalam bentuk emas, menyisihkan sebagian pendapatan kemudian membeli emas. Pengalaman menarik yang pernah saya lakukan terkait investasi adalah menghadiahkan emas kepada kakak saya sebagai hadiah pernikahan dan lihat nilai nominalnya terus meningkat. Tidak hanya memberi hadiah namun saya juga memberi uang ke kantong kakak saya.

Leave a Comment