Sentimen Hasil Pemilu AS terhadap Harga Emas di Indonesia

Hasil pemilu AS yang diumumkan pada Jumat, 6 November 2020 menuai hasil bahwa kandidat presiden dari partai Demokrat Joe Biden akan menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat. Ia mengalahkan calon presiden petahana Donald Trump dari partai Republik dengan selisih tipis. Apakah hasil pemilu AS memberikan pengaruh bagi kondisi ekonomi negara Indonesia? Kira-kira seberapa besar dampaknya terhadap harga emas dunia dan selanjutnya terhadap harga emas di Indonesia? Mari kita simak.

Pemilihan umum AS merupakan peristiwa penting yang memiliki peran besar tidak hanya untuk negara AS sendiri namun juga kondisi ekonomi global secara umum. Hasil pemilu menjadi isu utama bagi pergerakan pasar keuangan global dan pasar komoditas. Peningkatan volatilitas di pasar saham menjelang hari pemilihan dapat dilihat dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Terletak pada zona hijau, grafiknya cenderung meningkat hingga hari ini mencapai 5529,94 (17/11/2020). Pelaksanaan pemilu AS memberikan sentimen positif pada IHSG namun negatif bagi nilai tukar rupiah dan harga emas internasional. Para investor mencari ‘tempat berlindung’ bagi aset-aset mereka dan memilih emas sebagai safe heaven.

Mari kita lihat kembali pergerakan harga emas saat pemilu dilakukan di AS. Mayoritas harga emas naik secara signifikan setelah hasil pemilu disahkan dan diumumkan ke publik. Dampak isu politik tidak dapat diremehkan namun ada faktor-faktor lain yang juga berperan besar yaitu kondisi makroekonomi. Kondisi ekonomi yang lesu karena wabah Covid-19 dan adanya paket stimulus besar-besaran yang diperkenalkan pemerintah sewajarnya menyebabkan perubahan kondisi pasar keuangan.

Gambar 1.1 Pergerakan harga emas di tahun-tahun pemilu sejak 1988.

Stimulus baru yang diusulkan Joe Biden dalam rangka membantu negara AS pulih dari kerusakan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 ialah sebesar 2,2 triliun dollar Amerika. Penggelontoran dana ini akan mendorong terjadinya inflasi. Tentu terdapat pro kontra atas usulan presiden baru Amerika ini. Belum lagi penolakan Donald Trump atas hasil pemilu mempersuli Biden untuk menjalankan propagandanya. Kondisi-kondisi ini menuntun ketidakpastian ditambah dengan pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Tidak hanya agenda paket stimulus yang hendak dilaksanakan, Biden juga akan mengulangi rencananya untuk mengubah struktur pajak AS. Perubahan tersebut akan menghasilkan strutur pajak yang adil bagi yang terkaya dan perusahaan.

Gambar 1.2 Grafik pergerakan harga emas selama satu tahun terakhir.

Dapat kita amati di atas pergerakan harga emas selama satu bulan terakhir. Pembaca dapat melihat lonjakan harga emas yang cukup signifikan dimulai pada tanggal 30 Oktober hingga 6 November saat dimana pemilu AS akan dilaksanakan. Bergerak dari semula $1870/ons menjadi $1950/ons, meningkat sebanyak 4%. Investor menangkap ketidakpastian kondisi politik dan juga ekonomi secara bersamaan. Pada masa krisis kesehatan dan ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya mengarahkan investor untuk mengalihkan uangnya ke emas sebagai investasi yang lebih aman serta untuk menahan daya beli.

Leave a Comment