Home Blog Page 3

Berinvestasi di masa pandemi? Apakah Mungkin?

0
Businessman checking stock market online

Pandemi virus corona telah berlangsung selama hampir 8 bulan dan membawa dampak yang meresahkan bagi masyarakat. IHSG rontok, nilai tukar rupiah merosot dan membawa kekelaman bagi dunia investasi. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan yang berpengaruh bagi imbal hasil beberapa instrumen investasi. Pandemi menekan pasar finansial di seluruh negara tidak hanya Indonesia. Ancaman resesi yang kian nyata akan menghantam perekonomian Indonesia bagaimana pun harus diwaspadai.

Perekonomian Indonesia berdasarkan laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal kedua tahun 2020 sebesar -5,32% dibandingkan kuartal pertama tahun 2020 pada tingkat 2,97% (dikutip dari data BPS). Ini berarti pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi 5,32%.

Lebih dirinci lagi, anda bisa melihat sumbangsih pertumbuhan PDB oleh berbagai sektor usaha. Secara keseluruhan, hanya sektor pertanian dan informasi komunikasi yang tumbuh sedangkan sektor usaha lain mengalami kontraksi. Ini bisa dipahami sebab dengan adanya PSBB, siswa-siswi diwajibkan belajar di rumah dan para pekerja bekerja dari rumah sehingga membutuhkan aplikasi dan teknologi untuk tetap dapat berkarya walaupun di rumah. Sedangkan sektor pertanian tumbuh karena didorong pergeseran musim tanam yang mengakibatkan panen berada pada triwulan kedua tahun ini. Sementara sektor usaha lain mengalami kontraksi karena permintaan menurun akibat pandemi, penurunan paling signifikan pada sektor transportasi dan gudang.

Menteri keuangan Sri Mulyani dalam konferensi video mengungkapkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 adalah -1,1 hingga 0,2%. Selain itu, hari ini 1 Oktober 2020, rupiah dibuka menguat pada Rp 14.825 per dollar AS. Meskipun beberapa indikator ekonomi sudah menunjukkan perbaikan namun data ekonomi masih mengkhawatirkan.

Badan Pusat Statistik mencatat deflasi terjadi pada 3 bulan berturut – turut Juli hingga September 2020. Apa itu deflasi? Deflasi adalah kebalikan dari inflasi yaitu fenomena turunnya harga barang secara terus menerus dalam waktu singkat. Deflasi merupakan akibat yang timbul karena penurunan PDB dan tidak dapat dipisahkan dengan resesi. Jika resesi terjadi maka produk yang beredar di pasaran tidak terjual karena daya beli menurun sehingga memaksa perusahaan mengurangi kapasitas produksi. Kondisi ini menjadi penyebab banyak perusahaan merumahkan karyawan sebab omset dan keuntungannya menurun. Apa pun akan dilakukan pengusaha untuk menyelamatkan usahanya termasuk dengan mengurangi biaya tetap (fixed cost).

Ketika perekonomian mengalami resesi maka roda perekonomian melambat. Permintaan investasi anjlok dan kondisi pasar modal mengalami penurunan sebab para investor menarik modalnya dan takut rugi akibat kondisi perekonomian yang tidak menentu.

Lalu instrumen investasi apa yang aman di masa pandemi saat ini? Anda punya uang tapi bingung mau investasi di mana? Berikut beberapa pilihan investasi yang bisa anda pilih:

  1. ORI 018

Hari ini pemerintah menawarkan oligasi ritel negara seri ORI018. Masa penawaran dimulai hari ini hingga 21 Oktober 2020 dengan masa jatuh tempo pada 15 Oktober 2023. Anda dapat menginvestasikan uang anda minimal satu juta dan akan mendapatkan kupon sebesar 5,7% pertahun. Mekanisme pembelian pun mudah, anda dapat memilih salah satu mitra distribusi dan mengikuti prosedur yang ditetapkan. Instrumen investasi ini aman karena dijamin oleh negara sehingga kemungkinan gagal bayar sangat kecil. Selain berinvestasi, anda dapat turut andil dalam membantu negara dalam rangka pemulihan kondisi negara dari dampak wabah virus corona.

  1. Sukuk Tabungan

Sukuk tabungan merupakan instrumen investasi lain yang diterbitkan oleh pemerintah untuk warga negara Indonesia dengan pengelolaan sesuai prinsip syariah. Sukuk tabungan ST0007 telah diluncurkan oleh pemerintah pada Agustus 2020. Pemesanan sukuk ini dimulai dari Rp 1 juta dengan tenor dua tahun. Imbalan atas kepemilikan sukuk ini dibayarkan setiap bulan, besarannya lebih tinggi dari deposito bank BUMN dan dijamin oleh negara. Imbalan ang didapatkan adalah imbalan mengambang dengan batasan minimal sesuai dengan perubahan BI 7-Day Reverse Repo Rate setiap tiga bulan sekali.

Dari dua jenis investasi di atas apakan anda sudah memilih instrumen investasi yang paling tepat? Pilihlah instrumen investasi sesuai kemampuan, tujuan investasi dan profil risiko yang anda tanggung.

Investasi Aman Menggunakan Obligasi dan Sukuk

0

Kedua instrumen investasi yang akan kita bahas minggu ini memang tidak sepopuler saham namun dari hari ke hari peluang keuntungannya semakin menjanjikan. Obligasi adalah surat utang yang dapat diperdagangkan, berisi janji penerbit obligasi untuk memberikan imbalan berupa bunga kepada pembeli obligasi dan janji pembeli obligasi untuk melunasi pokok hutang kepada penerbit obligasi sesuai tenor yang telah dipilih. Obligasi merupakan salah satu instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Anda bisa membeli berbagai jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah maupun korporasi dengan berbagai seri.

Kenapa harus berinvestasi di obligasi? Apa sih keuntungan yang akan didapat? Sebagai investor, obligasi secara umum memberikan anda keuntungan berupa kupon dan atau capital gain (selisih harga beli dan jual). Besaran kupon tergantung pada jenis obligasi yang anda pilih. Pada dasarnya, obligasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu obligasi lelang dan non lelang. Obligasi lelang adalah obligasi yang dapat dijual sebelum waktu jatuh tempo. Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Sukuk Negara adalah yang termasuk dalam kategori ini. Sedangkan yang termasuk obligasi non lelang adalah Saving Bond Ritel (SBR).

Surat Utang Negara yang selanjutnya disebut SUN adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah dalam rangka memberi kesempatan kepada masyarakat untuk membantu pembiayaan anggaran negara (APBN). Lalu apa saja jenis-jenis SUN di Indonesia? Terdapat dua jenis SUN yang saat ini diterbitkan pemerintah yaitu

  1. Surat Perbendaharaan Negara

Adalah SUN yang memiliki waktu jatuh tempo maksimal 12 bulan dan pembayaran kupon secara diskonto. Bunga diskonto dibayarkan di awal investasi dan waktu pembayaran disesuaikan dengan waktu jatuh tempo. Di Amerika dan Eropa surat perbendaharaan negara sering disebut Treasury Bills.

  1. Obligasi negara atau ORI

ORI adalah surat berharga yang ditawarkan kepada perorangan/individu di pasar perdana dengan waktu jatuh tempo lebih dari 12 bulan. ORI memiliki kupon yang dibayarkan secara periodik. Umumnya pemerintah menerbitkan ORI setiap tahun dengan seri yang berbeda – beda tetapi dengan karateristik yang sama. Tahun ini pemerintah menawarkan ORI dengan seri 017. Instrumen investasi ini sangat terjangkau untuk anak muda atau masyarakat yang minim dana sebab dengan satu juta rupiah saja anda sudah dapat memiliki investasi ini. ORI dapat dibeli melalui pasar perdana (kegiatan penawaran dan pembelian SUN untuk yang pertama kali) atau pasar sekunder (kegiatan jual beli antar investor domestik). Beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh karena berinvestasi di ORI: memperoleh kupon dengan tingkat bunga tetap sampai waktu jatuh tempo, kupon yang ditawarkan lebih tinggi daripada bunga deposito, berpotensi memperoleh capital gain, jika anda membutuhkan dana sebelum waktu jatuh tempo maka ORI bisa dijual kembali ke pihak ketiga.

Khusus ORI seri 017 yang diterbitkan Juni 2020 dimanfaatkan pemerintah untuk menghimpun dana guna pemulihan akibat dampak virus corona di Indonesia. Cara berinvestasi di ORI seri 017:

  • Calon investor mendaftarkan diri di Mitra distribusi (MIDIS) dengan memasukkan data diri, nomer SID, nomer rekening dana dan nomer rekening surat berharga.
  • Calon investor memesan ORI yang sedang ditawarkan
  • Penyetoran dana investasi melalui bank yang ditunjuk
  • Mendapatkan konfirmasi dengan memperoleh NTPN (Nomer Transaksi Penerimaan Negara)
  • Mendapatkan bukti konfirmasi kepemilikan Ori.

Bagaimana dengan SBR? Apa bedanya dengan ORI dan surat utang lainnya? Perbedaan utamanya ada pada tingkat bunga dan mekanisme pembeliannya. SBR tidak dapat diperdagangkan dan hanya bisa dibeli saat masa penawaran. Tingkat bunganya mengambang dengan batasan minimal mengikuti tren BI 7 days Reverse Repo Rate. Selain SUN yang diterbitkan pemerintah, ada juga Surat Utang yang diterbitkan oleh BUMN atau korporasi lainnya. Prinsipnya sama namun obligasi korporasi memiliki kelemahan yaitu jika kondisi ekonomi sedang tidak baik maka ada risiko perusahaan gagal bayar.

Sukuk hampir sama dengan obligasi namun pengelolaannya menggunakan prinsip syariah. Prinsip ini meliputi investasi harus halal, tidak ada riba. Ada 2 jenis sukuk yang ada di Indonesia:

  1. Sukuk tabungan, sukuk ini tidak dapat diperjualbelikan dan memberikan imbal hasil dengan jumlah yang sama setiap bulannya. Instrumen investasi ini aman sebab dijamin penuh oleh negara, terjangkau (minimum pembelian RP 2 juta), dan menguntungkan (tingkat kupon 6,9% per tahun).
  2. Sukuk Ritel adalah instrumen investasi berbasis syariah yang diterbitkan pemerintah dan ditawarkan kepada individu warga negara. Tahun ini pemerintah mengeluarkan sukuk seri SR013. Deposit minimal 1 juta dan tenor selama 3 tahun. Anda sebagai investor akan mendapatkan imbalan setiap bulan.

Apa tujuan keuangan yg bisa dicapai dengan berinvestasi di surat berharga negara ritel? Mempersiapkan dana pendidikan, melipatgandakan aset investasi, mempersiapkan dana pensiun, tabungan anak dan lain-lain.

Belajar Memahami Investasi Saham dan Reksa Dana

0

Apa itu saham? Bagaimana cara berinvestasi di saham? Dan sebesar apa sih risiko investasi di saham? Pertanyaan berikut tentu akan terlintas di benak anda ketika konsultan keuangan pribadi anda menyarankan untuk investasi saham. Pada dasarnya saham adalah bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Jika anda membeli saham perusahaan A meskipun hanya 1 lot (100 lembar) maka anda secara sah menjadi pemilik perusahaan A dan berhak atas keuntungan yang kelak diperoleh perusahaan.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang harus dipersiapkan sebelum berinvestasi di saham? Pertama, tentukan tujuan anda berinvestasi di saham. Apakah menjadi investor yang menggelontorkan dana dan mengambil manfaat dalam jangka panjang minimal 10 tahun? Atau menjadi trader yang motifnya mencari keuntungan maksimal dalam jangka waktu yang singkat? Katakanlah anda akan membeli saham perusahaan B. Langkah kedua adalah amati pergerakan saham perusahaan B minimal selama 1 tahun terakhir. Jika harga saham perusahaan B fluktuatif, amati kinerja dan selidiki jenis industrinya. Lakukan pembelian ketika anda memiliki dana dan lakukan secara reguler. Pembelian saham sebaiknya berasal dari jenis industri yang berbeda-beda supaya profil risikonya tersebar merata. Langkah ketiga, pahami lebih dalam saham perusahaan B. Cermati profil perusahaan dan amati laporan keuangan. Carilah informasi mengenai deviden perusahaan B pada tahun-tahun sebelumnya. Ketahui harga beli saham perusahaan B under atau over value (lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai pasar). Langkah keempat, pastikan perusahaan sekuritas sebagai perantara perdagangan mempunyai izin dan tercatat resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jika anda akan membeli secara online, pastikan keamanan data dan aplikasi yang digunakan.

Bagi pemula, mulailah dengan membeli saham blue chip (saham perusahaan dengan kualitas terbaik yang tercatat di bursa efek). Anda bisa meminta pendapat dan mendapatkan bantuan dari manajer investasi yang anda tunjuk. Sebagai investor saham, anda akan mendapatkan deviden (keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan dan dibagikan kepada para pemegang saham) dan capital gain (selisih harga beli dan harga jual saham di pasar modal).

Selain saham, ada instrumen investasi lain yang patut kita lirik sebab potensi keuntungannya menjanjikan yaitu reksa dana. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang mudah dibeli dan sangat terjangkau. Reksa dana sejatinya adalah wadah untuk menghimpun dana dari banyak investor yang kemudian akan dibelikan berbagai instrumen keuangan (obligasi, saham dll). Investasi reksa dana akan dikelola oleh manager investasi yang bekerja di sebuah perusahaan manager investasi. Anda bisa memilih berbagai jenis reksa dana dengan profil risiko dan keuntungan yang berbeda-beda.

Reksa dana pasar uang, jenis reksa dana ini memberikan imbal hasil yang kecil dibandingkan jenis reksa dana lain tetapi hampir pasti memberikan keuntungan. Tingkat risiko rendah, komposisi 100% reksa dana pasar uang.

Reksa dana pendapatan tetap, reksa dana ini memberikan imbal hasil secara tetap setiap bulannya. Komposisinya minimal 80% obligasi (surat utang) dan sisanya pasar uang.

Reksa dana campuran, merupakan jenis reksa dana gabungan antara saham, obligasi atau pendapatan tetap. Reksa dana ini cocok untuk investor moderat. Komposisi saham, obligasi dan pasar uang masing-masing maksimal 79%.

Reksa dana saham, memberikan potensi imbal hasil yang paling tinggi dibandingkan jenis reksa dana lain namun memiliki tingkat risiko yang tinggi pula. Komposisinya minimal 80% saham dan sisanya obligasi. Jenis reksa dana satu ini bisa anda coba sebagai ‘latihan’ sebelum anda membeli saham sebuah perusahaan.

Reksa dana yg akan anda pilih hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan awal berinvestasi. Gunakan strategi membeli secara rutin tiap bulan atau membeli saat dana tersedia.

Kupas Tuntas Berinvestasi dengan Deposito dan Emas

0

Deposito atau deposito berjangka umumnya merupakan investasi paling mudah bagi pemula. Sebab anda hanya perlu menyetor sejumah uang dan memilih tenor deposito. Investasi deposito memberikan keuntungan berupa bunga. Suku bunga deposito dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kondisi ekonomi, suku bunga acuan Bank Indonesia dan kinerja perbankan itu sendiri. Suku bunga deposito berjangka saat ini tahun 2020 sekitar 5-6%. Setelah memilih tenor deposito, anda tidak diperbolehkan mengambil uang anda dalam jangka waktu tertentu. Deposito lemah terhadap inflasi, jika inflasi semakin tinggi maka nilai riil uang anda semakin menurun. Inflasi Agustus 2020 sebesar 1,32% yoy. Jika anda memilih deposito dengan bunga 6% maka keuntungan yang akan didapat kurang dari 4,7% (dari nominal deposito anda) sebab masih dikenakan pajak. Keamanan investasi ini sangat terjamin karena uang yang anda setorkan ke bank akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah maksimal 2 miliar rupiah.

Selanjutnya kita ulas instrumen investasi lainnya yaitu emas atau logam mulia. Emas merupakan investasi yang paling liquid (mudah dicairkan kembali). Sepanjang sejarah, harga emas memiliki tren meningkat seiring pergerakan harga emas di pasar global. Emas dapat melindungi nilai aset anda. Investor pemula dapat mencoba instrumen investasi yang satu ini. Selain mudah, emas merupakan instrumen investasi pilihan sebab harganya cenderung stabil dan naik meskipun tidak setinggi harga saham. Anda dapat memulai investasi melalui tabungan emas atau langsung dalam bentuk fisik logam mulia. Namun jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain, keuntungan dari investasi emas cenderung kecil hanya berasal dari selisih harga beli dan harga jual.

Kira-kira mana yang lebih ideal emas perhiasan atau batangan? Emas batangan lebih ideal dibandingkan emas perhiasan karena kestabilan harga dan harga jual yang lebih tinggi. Emas perhiasan terhitung aset konsumsi namun memiliki harga jual tinggi.

Emas sering disebut safe heaven yaitu investasi yang dapat dipertahankan saat keadaan ekonomi bergejolak. Bagi anda yang memiliki dana minim, anda bisa mencoba tabungan emas. Saat kita membeli emas secara fisik, uang anda harus mencukupi jumlah nominal emas minimal 1 gram. Namun jika menabung emas, dana yang masuk ke tabungan akan dikonversi dengan emas sesuai dengan harga beli saat itu. Misal harga emas saat ini Rp 955.000/gram maka jika anda menabung sebesar Rp 100.000 maka uang anda akan dikonversikan menjadi kira-kira 0,1 gram emas.

Prinsip inilah yang ingin saya gunakan untuk ‘membekukan’ uang sekolah anak. Mengitung biaya pendidikan 5 sampai 10 tahun mendatang, mengumpulkan uang, berinvestasi dalam emas dan pada waktunya dapat diuangkan dengan mudah saat memerlukan dana untuk keperluan pendidikan.

Bagaimana nasib kedua instrumen investasi ini di masa pandemi? Pada Juli 2020, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI 7-days Reverse Repo Rate atau sering kita sebut BI7DRR sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Ini merupakan suku bunga acuan terendah selama 4 tahun terakhir sejak Bank Indonesia menggunakan BI7DRR. Kebijakan tersebut adalah upaya bank sentral untuk pemulihan ekonomi negara di masa pandemi. Turunnya suku bunga acuan ini berdampak pada suku bunga investasi salah satunya deposito. Suku bunga deposito turun maka imbal hasil yang didapatkan para investor juga mengalami penurunan. Oleh sebab itu diversifikasi aset penting untuk dilakukan.

Di sisi lain, karena pandemi yang terus meluas, harga emas melejit mencapai tingkat tertinggi Rp 1.012.000 pada Agustus 2020 semula Rp 799.000 pada awal tahun 2020. Peningkatan harga emas ini dipicu ketidakpastian ekonomi, harga emas dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Penurunan suku bunga acuan menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar padahal apabila nilai tukar melemah maka harga emas akan naik berlaku sebaliknya. Gejolak harga emas dunia dapat diredam dengan penguatan nilai tukar rupiah. Kenaikan harga emas mengindikasikan bahwa para investor berbondong-bondong membeli emas sebab instrumen investasi yang sebelumnya dipilih tidak aman lagi. Dengan kata lain emas sebagai pelarian untuk melindungi nilai aset yang dimiliki. Beberapa saat lalu harga emas sempat mengalami penurunan namun melihat pandemi yang tak kunjung usai ada kemungkinan harga emas akan kembali meroket.

Ingin Menjadi Seorang Investor Handal? Ini Tipsnya

0

Uang hanyalah uang. Uang dapat menjadi apapun yang anda inginkan. Uang tidak akan membuat anda kaya jika anda hanya menerima dan tidak melakukan apapun terhadap uang. Sudah terlalu banyak cerita, setiap hari banyak orang bekerja dari pagi hingga pagi lagi tetapi tidak menjadi semakin kaya malah semakin miskin. Atau seseorang yang memenangkan undian berhadiah merasa kaya namun kembali miskin dalam sekejap. Atau seorang atlet yang saat muda sukses dan berkelimpahan namun di masa tua hidup tergantung pada bantuan pemerintah. Gaya hidup, kesalahan pengelolaan dan kecanduan terhadap utang adalah penyebabnya. Namun menurut anda apa akar permasalahannya?

  1. Persiapkan mental anda

Mental belum siap untuk menjadi kaya. Untuk bisa menjadi seorang yang berkelimpahan anda harus mensejajarkan antara pikiran dan tindakan. Anda pasti tau ada kekuatan alam bawah sadar yang mempengaruhi tingkah laku dan sikap anda terhadap banyak hal. Sejatinya naluri dan dorongan dasar manusia terkandung dalam pikiran bawah sadar. Dan pikiran bawah sadar dapat dilatih sama seperti melatih pikiran anda. Jika anda menganggap menabung lebih aman dan investasi lebih berisiko maka itulah yang akan terjadi. Jika anda berpikir untuk memulai investasi anda harus kehilangan sejumlah uang terlebih dahulu, maka itulah yang terjadi di masa mendatang. Atau anda merasa penghasilan anda tidak cukup untuk berinvestasi maka keadaan itulah yang akan terjadi. Semua hal yang akan terjadi tergantung pikiran dan harapan anda di alam bawah sadar anda. Pilihan mental untuk menjadi kaya dengan berinvestasi adalah keputusan pribadi.

  1. Pastikan anda memiliki dana darurat sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi

Dana darurat adalah dana atau aset likuid yang dapat digunakan dalam kondisi darurat. Dana ini digunakan hanya pada saat darurat di luar anggaran keuangan anda sehari-hari. Kondisi darurat yang dimaksud adalah jika tiba-tiba jatuh sakit, terkena dampak bencana alam dan lain-lain. Dana darurat yang wajib anda miliki sebesar 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Jika setiap bulan pengeluaran bulanan anda  3 juta Rupiah maka anda harus memiliki dana darurat minimal 9 juta.

  1. Tetapkan tujuan anda berinvestasi

Apakah untuk tabungan pendidikan, dana pensiun, asuransi jiwa atau keperluan lain. Tujuan anda akan menentukan instrumen investasi mana yang sesuai. Kenali berbagai macam instrumen sesuai dengan kemampuan dan tingkat risiko. Sebagai contoh, jika anda ingin berinvestasi untuk dana pendidikan anak 5 tahun lagi maka ada beberapa instrumen investasi yang cocok antara lain emas, reksa dana campuran, obligasi atau SBN (surat berharga negara). Ketiga instrumen ini memberikan perlindungan terhadap nilai riil uang anda dan faktor risikonya cenderung rendah. Anda juga akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk selisih harga dan atau imbal hasil.

  1. Pilih instrumen investasi dan manager investasi yang ditunjuk

Setelah menetapkan tujuan dan mengetahui instrumen mana yang cocok, anda harus memilih manager investasi. Manager investasi merupakan orang atau perusahaan yang mengelola dana investasi anda. Pastikan memilih manager investasi yang memiliki lisensi dan kemampuan pengelolaan investasi dengan baik.

Bagaimana menjadi investor di tengah situasi pandemi saat ini? Apakah anda harus tetap berinvestasi atau hold dulu? Virus corona yang mewabah di Indonesia sejak bulan Maret lalu memang membawa dampak buruk ke berbagai sektor salah satunya sektor investasi. Kondisi pasar saham yang bergejolak menyebabkan para pemegang saham menanggung rugi sebab nilai investasi mereka merosot tajam. Sebagai contoh: saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada periode 1 tahun selama tahun 2020 mencapai penurunan nilai lebih dari 200% harga per lembar saham. Pada Mei 2020 mencapai harga terendah yaitu Rp 2.170/lembar saham dari harga semula Rp 4.740/ lembar. Jika anda saat pandemi ini sudah memiliki investasi saham maka pertahankan karena pada dasarnya investasi saham adalah investasi jangka panjang. Harapannya kondisi ekonomi akan membaik dan nilai saham anda pun akan membaik pula.

Di masa pandemi ini, anda dapat membeli instrumen investasi terutama saham dengan harga murah. Diversifikasi aset tetap diperlukan, jangan sampai karena harga murah anda menginvestasikan semua dana ke satu jenis saham. Selain itu berinvestasilah secara berkala, dalam jumlah kecil tidak menjadi masalah. Dan yang terakhir hindari bertindak spekulan serta gegabah dalam berinvestasi terutama di masa pandemi saat ini.

Why Should I Invest My Money?

0

Pernahkan anda membayangkan akan jadi apa anda dalam 20 tahun ke depan? Atau pernahkah anda menemui seseorang yang saat muda sukses dalam karir dan memiliki banyak harta namun berakhir hidup di jalanan pada masa tuanya? Atau seseorang yang di masa tuanya tinggal di rumah hidup berkelimpahan dari hasil investasi yang dibangunnya saat muda? Kondisi mana yang anda pilih untuk hidup anda?

Semua orang ingin hidup berkelimpahan. Saat ini banyak penasehat keuangan merekomendasikan “bekerja keras, berhemat, menabung dan dilarang berhutang maka anda akan kaya raya”. Beranikah sang ahli keuangan menjamin bahwa nasehat tersebut berlaku selamanya? Atau sebenarnya nasehat tersebut sudah usang?

Menabung secara harafiah adalah kegiatan ekonomi dengan menyisihkan sebagian pendapatan yang tidak dibelanjakan. Dahulu menabung adalah tindakan yang cerdas dalam keuangan. Menabung umumnya menaruh uang di rekening bank,  komunitas tertentu, atau ke pasar uang yang relatif lebih aman dan membayar biaya tetap (administrasi) ditambah potongan pajak dan suku bunga yang rendah. Belum lagi inflasi yang semakin tinggi semakin menggerus nilai uang. Tabungan tidak memberikan keuntungan kepada anda dalam jangka panjang namun malah terlalu berisiko. Bagaimana jika tiba-tiba terjadi krisis moneter di negara kita serupa dengan krisis moneter tahun 1998? Kurs rupiah melemah sebesar 400 % dari semula Rp 4.000 di akhir 1997 kemudian merangkak naik ke Rp 8.000 dan mencapai puncaknya pada Juni 1998 di Rp 16.650. Tentu nilai riil uang anda akan merosot tajam, tidak lagi ada harganya. Alih-alih mengambil keuntungan dari bunga bank, anda malah harus menanggung kerugian besar.

Rupiah adalah mata uang dan mata uang harus terus bergerak untuk mempertahankan nilainya. Jika ia berhenti, cepat atau lambat nilainya akan berkurang. Mata uang yang bergerak digunakan untuk mendapatkan aset riil dengan nilai riil mata uang. Aset rill antara lain emas, perak, perumahan dan saham perusahaan. Jika anda membeli sebidang tanah tahun ini dan menjualnya 5 tahun lagi harganya pasti naik, kira-kira apa penyebabnya? Apakah karena nilai riil tanah anda naik? Atau nilai riil mata uang kita yang semakin menurun? Perlu kita renungkan lebih dalam jawabannya.

Satu-satunya cara untuk menjaga uang kita adalah dengan investasi. Investasi menghasilkan dan melipatgandakan kekayaan anda. Secara umum, investasi adalah penanaman aset yang dilakukan oleh perorangan atau perusahaan untuk jangka waktu tertentu demi memperoleh sejumlah imbal hasil di masa depan.

Siapa saja yang dapat berinvestasi?

Semua orang dapat berinvestasi asalkan ada 3 hal utama: ada uang yang akan diinvestasikan, ada rencana investasi dan sikap disipiin. Investasikan 25-30% penghasilan anda ke instrumen-instrumen keuangan yang ada di pasar atau aset riil contoh emas. Banyak instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai kemampuan.

Macam-macam Investasi

Tersedia berbagai bentuk investasi berdasarkan profil risiko dan jangka waktu.

  1. Investasi jangka pendek, yang termasuk dalam investasi ini adalah deposito berjangka (tenor 3 bulan dan 6 bulan) dan reksa dana pasar uang.
  2. Investasi jangka panjang, adalah emas, perumahan, saham, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran. Instrumen- instrumen investasi ini umumnya memiliki tenor diatas 3 tahun.

Saat ini saya berinvestasi dalam bentuk emas, menyisihkan sebagian pendapatan kemudian membeli emas. Pengalaman menarik yang pernah saya lakukan terkait investasi adalah menghadiahkan emas kepada kakak saya sebagai hadiah pernikahan dan lihat nilai nominalnya terus meningkat. Tidak hanya memberi hadiah namun saya juga memberi uang ke kantong kakak saya.