Investasi Aman Menggunakan Obligasi dan Sukuk

Kedua instrumen investasi yang akan kita bahas minggu ini memang tidak sepopuler saham namun dari hari ke hari peluang keuntungannya semakin menjanjikan. Obligasi adalah surat utang yang dapat diperdagangkan, berisi janji penerbit obligasi untuk memberikan imbalan berupa bunga kepada pembeli obligasi dan janji pembeli obligasi untuk melunasi pokok hutang kepada penerbit obligasi sesuai tenor yang telah dipilih. Obligasi merupakan salah satu instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Anda bisa membeli berbagai jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah maupun korporasi dengan berbagai seri.

Kenapa harus berinvestasi di obligasi? Apa sih keuntungan yang akan didapat? Sebagai investor, obligasi secara umum memberikan anda keuntungan berupa kupon dan atau capital gain (selisih harga beli dan jual). Besaran kupon tergantung pada jenis obligasi yang anda pilih. Pada dasarnya, obligasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu obligasi lelang dan non lelang. Obligasi lelang adalah obligasi yang dapat dijual sebelum waktu jatuh tempo. Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Sukuk Negara adalah yang termasuk dalam kategori ini. Sedangkan yang termasuk obligasi non lelang adalah Saving Bond Ritel (SBR).

Surat Utang Negara yang selanjutnya disebut SUN adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah dalam rangka memberi kesempatan kepada masyarakat untuk membantu pembiayaan anggaran negara (APBN). Lalu apa saja jenis-jenis SUN di Indonesia? Terdapat dua jenis SUN yang saat ini diterbitkan pemerintah yaitu

  1. Surat Perbendaharaan Negara

Adalah SUN yang memiliki waktu jatuh tempo maksimal 12 bulan dan pembayaran kupon secara diskonto. Bunga diskonto dibayarkan di awal investasi dan waktu pembayaran disesuaikan dengan waktu jatuh tempo. Di Amerika dan Eropa surat perbendaharaan negara sering disebut Treasury Bills.

  1. Obligasi negara atau ORI

ORI adalah surat berharga yang ditawarkan kepada perorangan/individu di pasar perdana dengan waktu jatuh tempo lebih dari 12 bulan. ORI memiliki kupon yang dibayarkan secara periodik. Umumnya pemerintah menerbitkan ORI setiap tahun dengan seri yang berbeda – beda tetapi dengan karateristik yang sama. Tahun ini pemerintah menawarkan ORI dengan seri 017. Instrumen investasi ini sangat terjangkau untuk anak muda atau masyarakat yang minim dana sebab dengan satu juta rupiah saja anda sudah dapat memiliki investasi ini. ORI dapat dibeli melalui pasar perdana (kegiatan penawaran dan pembelian SUN untuk yang pertama kali) atau pasar sekunder (kegiatan jual beli antar investor domestik). Beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh karena berinvestasi di ORI: memperoleh kupon dengan tingkat bunga tetap sampai waktu jatuh tempo, kupon yang ditawarkan lebih tinggi daripada bunga deposito, berpotensi memperoleh capital gain, jika anda membutuhkan dana sebelum waktu jatuh tempo maka ORI bisa dijual kembali ke pihak ketiga.

Khusus ORI seri 017 yang diterbitkan Juni 2020 dimanfaatkan pemerintah untuk menghimpun dana guna pemulihan akibat dampak virus corona di Indonesia. Cara berinvestasi di ORI seri 017:

  • Calon investor mendaftarkan diri di Mitra distribusi (MIDIS) dengan memasukkan data diri, nomer SID, nomer rekening dana dan nomer rekening surat berharga.
  • Calon investor memesan ORI yang sedang ditawarkan
  • Penyetoran dana investasi melalui bank yang ditunjuk
  • Mendapatkan konfirmasi dengan memperoleh NTPN (Nomer Transaksi Penerimaan Negara)
  • Mendapatkan bukti konfirmasi kepemilikan Ori.

Bagaimana dengan SBR? Apa bedanya dengan ORI dan surat utang lainnya? Perbedaan utamanya ada pada tingkat bunga dan mekanisme pembeliannya. SBR tidak dapat diperdagangkan dan hanya bisa dibeli saat masa penawaran. Tingkat bunganya mengambang dengan batasan minimal mengikuti tren BI 7 days Reverse Repo Rate. Selain SUN yang diterbitkan pemerintah, ada juga Surat Utang yang diterbitkan oleh BUMN atau korporasi lainnya. Prinsipnya sama namun obligasi korporasi memiliki kelemahan yaitu jika kondisi ekonomi sedang tidak baik maka ada risiko perusahaan gagal bayar.

Sukuk hampir sama dengan obligasi namun pengelolaannya menggunakan prinsip syariah. Prinsip ini meliputi investasi harus halal, tidak ada riba. Ada 2 jenis sukuk yang ada di Indonesia:

  1. Sukuk tabungan, sukuk ini tidak dapat diperjualbelikan dan memberikan imbal hasil dengan jumlah yang sama setiap bulannya. Instrumen investasi ini aman sebab dijamin penuh oleh negara, terjangkau (minimum pembelian RP 2 juta), dan menguntungkan (tingkat kupon 6,9% per tahun).
  2. Sukuk Ritel adalah instrumen investasi berbasis syariah yang diterbitkan pemerintah dan ditawarkan kepada individu warga negara. Tahun ini pemerintah mengeluarkan sukuk seri SR013. Deposit minimal 1 juta dan tenor selama 3 tahun. Anda sebagai investor akan mendapatkan imbalan setiap bulan.

Apa tujuan keuangan yg bisa dicapai dengan berinvestasi di surat berharga negara ritel? Mempersiapkan dana pendidikan, melipatgandakan aset investasi, mempersiapkan dana pensiun, tabungan anak dan lain-lain.

Leave a Comment