Ingin Menjadi Seorang Investor Handal? Ini Tipsnya

Uang hanyalah uang. Uang dapat menjadi apapun yang anda inginkan. Uang tidak akan membuat anda kaya jika anda hanya menerima dan tidak melakukan apapun terhadap uang. Sudah terlalu banyak cerita, setiap hari banyak orang bekerja dari pagi hingga pagi lagi tetapi tidak menjadi semakin kaya malah semakin miskin. Atau seseorang yang memenangkan undian berhadiah merasa kaya namun kembali miskin dalam sekejap. Atau seorang atlet yang saat muda sukses dan berkelimpahan namun di masa tua hidup tergantung pada bantuan pemerintah. Gaya hidup, kesalahan pengelolaan dan kecanduan terhadap utang adalah penyebabnya. Namun menurut anda apa akar permasalahannya?

  1. Persiapkan mental anda

Mental belum siap untuk menjadi kaya. Untuk bisa menjadi seorang yang berkelimpahan anda harus mensejajarkan antara pikiran dan tindakan. Anda pasti tau ada kekuatan alam bawah sadar yang mempengaruhi tingkah laku dan sikap anda terhadap banyak hal. Sejatinya naluri dan dorongan dasar manusia terkandung dalam pikiran bawah sadar. Dan pikiran bawah sadar dapat dilatih sama seperti melatih pikiran anda. Jika anda menganggap menabung lebih aman dan investasi lebih berisiko maka itulah yang akan terjadi. Jika anda berpikir untuk memulai investasi anda harus kehilangan sejumlah uang terlebih dahulu, maka itulah yang terjadi di masa mendatang. Atau anda merasa penghasilan anda tidak cukup untuk berinvestasi maka keadaan itulah yang akan terjadi. Semua hal yang akan terjadi tergantung pikiran dan harapan anda di alam bawah sadar anda. Pilihan mental untuk menjadi kaya dengan berinvestasi adalah keputusan pribadi.

  1. Pastikan anda memiliki dana darurat sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi

Dana darurat adalah dana atau aset likuid yang dapat digunakan dalam kondisi darurat. Dana ini digunakan hanya pada saat darurat di luar anggaran keuangan anda sehari-hari. Kondisi darurat yang dimaksud adalah jika tiba-tiba jatuh sakit, terkena dampak bencana alam dan lain-lain. Dana darurat yang wajib anda miliki sebesar 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Jika setiap bulan pengeluaran bulanan anda  3 juta Rupiah maka anda harus memiliki dana darurat minimal 9 juta.

  1. Tetapkan tujuan anda berinvestasi

Apakah untuk tabungan pendidikan, dana pensiun, asuransi jiwa atau keperluan lain. Tujuan anda akan menentukan instrumen investasi mana yang sesuai. Kenali berbagai macam instrumen sesuai dengan kemampuan dan tingkat risiko. Sebagai contoh, jika anda ingin berinvestasi untuk dana pendidikan anak 5 tahun lagi maka ada beberapa instrumen investasi yang cocok antara lain emas, reksa dana campuran, obligasi atau SBN (surat berharga negara). Ketiga instrumen ini memberikan perlindungan terhadap nilai riil uang anda dan faktor risikonya cenderung rendah. Anda juga akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk selisih harga dan atau imbal hasil.

  1. Pilih instrumen investasi dan manager investasi yang ditunjuk

Setelah menetapkan tujuan dan mengetahui instrumen mana yang cocok, anda harus memilih manager investasi. Manager investasi merupakan orang atau perusahaan yang mengelola dana investasi anda. Pastikan memilih manager investasi yang memiliki lisensi dan kemampuan pengelolaan investasi dengan baik.

Bagaimana menjadi investor di tengah situasi pandemi saat ini? Apakah anda harus tetap berinvestasi atau hold dulu? Virus corona yang mewabah di Indonesia sejak bulan Maret lalu memang membawa dampak buruk ke berbagai sektor salah satunya sektor investasi. Kondisi pasar saham yang bergejolak menyebabkan para pemegang saham menanggung rugi sebab nilai investasi mereka merosot tajam. Sebagai contoh: saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada periode 1 tahun selama tahun 2020 mencapai penurunan nilai lebih dari 200% harga per lembar saham. Pada Mei 2020 mencapai harga terendah yaitu Rp 2.170/lembar saham dari harga semula Rp 4.740/ lembar. Jika anda saat pandemi ini sudah memiliki investasi saham maka pertahankan karena pada dasarnya investasi saham adalah investasi jangka panjang. Harapannya kondisi ekonomi akan membaik dan nilai saham anda pun akan membaik pula.

Di masa pandemi ini, anda dapat membeli instrumen investasi terutama saham dengan harga murah. Diversifikasi aset tetap diperlukan, jangan sampai karena harga murah anda menginvestasikan semua dana ke satu jenis saham. Selain itu berinvestasilah secara berkala, dalam jumlah kecil tidak menjadi masalah. Dan yang terakhir hindari bertindak spekulan serta gegabah dalam berinvestasi terutama di masa pandemi saat ini.

Leave a Comment