Gonjang-ganjing Harga Emas ketika Vaksin Covid-19 Ditemukan

Saat ini sejumlah calon vaksin virus Covid-19 telah memasuki uji coba fase ketiga atau tahap uji terakhir sebelum vaksin disetujui oleh BPOM dan disebarluaskan ke kalangan masyarakat. Untuk mendapatkan vaksin penangkal virus Covid-19, pemerintah dan ilmuwan telah bekerja keras melalui berbagai tahapan yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization). Tahapan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: tahap pertama pengujian pra klinis dimana para ilmuwan menguji calon vaksin pada sel mahkluk hidup dan melakukan percobaan kepada hewan. Tahap kedua, para ilmuwan memberikan vaksin ke manusia dalam skala kecil kemudian melihat respon dan efeknya. Selanjutnya uji tahap ketiga, memberikan vaksin kepada manusia dalam jumlah besar. Jika uji tahap ketiga berhasil maka selanjutnya adalah persetujuan dini atau terbatas terkait legalitas dan keamanan calon vaksin. Finalnya, pemerintah dan regulator di setiap negara dapat memutuskan atau menolak calon vaksin tersebut.

Beberapa langkah lagi, proses vaksin akan menuju kondisi final. Terdapat beberapa jenis vaksin yang telah mencapai efektivitas sebesar 90% sebagai penangkal virus antara lain astrazeneca, pfizer dan moderna. Pemerintah Indonesia memilih Sinovac sebagai vaksin legal yang akan digunakan untuk melawan virus Covid-19. Kira-kira bagaimana ya respon pasar ketika pemerintah mengumumkan bahwa vaksin telah ditemukan dan siap disebarluaskan ke masyarakat?

Sejak runtuhnya sistem Bretton-Woods, emas telah mempertahankan fungsinya sebagai salah satu komoditas moneter dan memberikan informasi tentang prospek kebijakan moneter dalam waktu mendatang. Emas dikatakan menjadi salah satu komoditas lindung nilai. Namun ketidakstabilan harga emas kerap menjadi sorotan dari waktu ke waktu. Di bulan Maret saat virus Covid-19 mewabah di Indonesia harga emas masih berada di kisaran Rp 852.000/gram kemudian merangkak naik ke angka kurang lebih Rp 1 juta rupiah/gram dan kini kembali turun ke level Rp 898.000/gram (27 November 2020). Dinamika harga emas terkait dengan kondisi politik negara, wabah yang tak kunjung membaik, sentimen investor akan kondisi ekonomi dan penanganan pemerintah Indonesia akan wabah ini.

Hari ini emas jatuh ke level terendah dalam enam bulan terakhir seiring dengan meningkatnya optimisme investor akan penemuan vaksin yang akan memulihkan kondisi ekonomi. Selain itu, tanda tanda pemulihan ekonomi AS mendorong investor menjauh dari logam mulia yang disebut-sebut sebagai safe heaven ini. Investor kembali berinvestasi di aset berisiko. Beberapa indikator ekonomi di bawah ini menunjukkan upaya AS untuk membangun kembali ekonomi dalam era new normal.

Gambar di atas menunjukkan sebagian besar negara bagian di AS sudah 80-90% menjalani aktivitas dalam kondisi new normal. Beberapa negara bagian malah hampir 100% menjalani aktivitas seperti sediakala tentu dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Dengan kembalinya aktivitas penduduk AS, sewajarnya akan berdampak pada perekonomian karena menunjang pengeluaran konsumsi dan belanja. Para pekerja kembali mendapatkan gaji mereka dan dapat melakukan perencanaan belanja sesuai kebutuhan masing-masing.

Salah satu indikator ekonomi yang menjadi tolok ukur perbaikan ekonomi AS adalah tingkat pengangguran. Ditunjukkan oleh grafik diatas bahwa saat awal wabah virus Covid-19, tingkat pengangguran meningkat pesat namun kini semakin berkurang jumlahnya. Pernyataan ini terkait dengan kembalinya aktivitas di luar rumah termasuk bekerja.

Lain halnya dengan kondisi bursa saham di AS. Indeks Dow Jones per tanggal 26 November 2020 masih menunjukkan indeks penurunan walaupun pada Agustus 2020 sempat menduduki area hijau. Wabah virus Covid-19 menyebabkan indeks Dow Jones turun sebesar 34%. Saat ini, investor belum mau membeli jenis aset dengan risiko tinggi seperti saham. Dinamika grafik seperti di atas tidak hanya terjadi di AS namun terjadi juga di negara-negara lain salah satunya Indonesia. Malah di sejumlah negara berkembang, pergerakannya lebih fluktuatif.

Pada awal bulan Desember, 1,2 juta dosis vaksin Sinovac telah tiba di Indonesia dan siap disuntikkan. Namun kenapa ya harga emas masih betah saja di level Rp 910.000? Apakah masyarakat masih kurang percaya akan vaksin tersebut? Harga logam mulia di Indonesia dipengaruhi oleh harga emas di pasar spot dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah berkisar antara Rp 14.000 – Rp 14.180 terjaga oleh sentimen pelemahan nilai dolar AS karena pengajuan proposal stimulus oleh Menteri Keuangan AS. Proposal tersebut berisi pengajuan bantuan Covid-19 bagi negara bagian dan lokal.

Penurunan harga emas masih mungkin terjadi saat vaksin disuntikkan pertama kali. So, mari kita wait and see menunggu peluang baik tersebut.

Leave a Comment