Berinvestasi di masa pandemi? Apakah Mungkin?

Pandemi virus corona telah berlangsung selama hampir 8 bulan dan membawa dampak yang meresahkan bagi masyarakat. IHSG rontok, nilai tukar rupiah merosot dan membawa kekelaman bagi dunia investasi. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan yang berpengaruh bagi imbal hasil beberapa instrumen investasi. Pandemi menekan pasar finansial di seluruh negara tidak hanya Indonesia. Ancaman resesi yang kian nyata akan menghantam perekonomian Indonesia bagaimana pun harus diwaspadai.

Perekonomian Indonesia berdasarkan laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal kedua tahun 2020 sebesar -5,32% dibandingkan kuartal pertama tahun 2020 pada tingkat 2,97% (dikutip dari data BPS). Ini berarti pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi 5,32%.

Lebih dirinci lagi, anda bisa melihat sumbangsih pertumbuhan PDB oleh berbagai sektor usaha. Secara keseluruhan, hanya sektor pertanian dan informasi komunikasi yang tumbuh sedangkan sektor usaha lain mengalami kontraksi. Ini bisa dipahami sebab dengan adanya PSBB, siswa-siswi diwajibkan belajar di rumah dan para pekerja bekerja dari rumah sehingga membutuhkan aplikasi dan teknologi untuk tetap dapat berkarya walaupun di rumah. Sedangkan sektor pertanian tumbuh karena didorong pergeseran musim tanam yang mengakibatkan panen berada pada triwulan kedua tahun ini. Sementara sektor usaha lain mengalami kontraksi karena permintaan menurun akibat pandemi, penurunan paling signifikan pada sektor transportasi dan gudang.

Menteri keuangan Sri Mulyani dalam konferensi video mengungkapkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 adalah -1,1 hingga 0,2%. Selain itu, hari ini 1 Oktober 2020, rupiah dibuka menguat pada Rp 14.825 per dollar AS. Meskipun beberapa indikator ekonomi sudah menunjukkan perbaikan namun data ekonomi masih mengkhawatirkan.

Badan Pusat Statistik mencatat deflasi terjadi pada 3 bulan berturut – turut Juli hingga September 2020. Apa itu deflasi? Deflasi adalah kebalikan dari inflasi yaitu fenomena turunnya harga barang secara terus menerus dalam waktu singkat. Deflasi merupakan akibat yang timbul karena penurunan PDB dan tidak dapat dipisahkan dengan resesi. Jika resesi terjadi maka produk yang beredar di pasaran tidak terjual karena daya beli menurun sehingga memaksa perusahaan mengurangi kapasitas produksi. Kondisi ini menjadi penyebab banyak perusahaan merumahkan karyawan sebab omset dan keuntungannya menurun. Apa pun akan dilakukan pengusaha untuk menyelamatkan usahanya termasuk dengan mengurangi biaya tetap (fixed cost).

Ketika perekonomian mengalami resesi maka roda perekonomian melambat. Permintaan investasi anjlok dan kondisi pasar modal mengalami penurunan sebab para investor menarik modalnya dan takut rugi akibat kondisi perekonomian yang tidak menentu.

Lalu instrumen investasi apa yang aman di masa pandemi saat ini? Anda punya uang tapi bingung mau investasi di mana? Berikut beberapa pilihan investasi yang bisa anda pilih:

  1. ORI 018

Hari ini pemerintah menawarkan oligasi ritel negara seri ORI018. Masa penawaran dimulai hari ini hingga 21 Oktober 2020 dengan masa jatuh tempo pada 15 Oktober 2023. Anda dapat menginvestasikan uang anda minimal satu juta dan akan mendapatkan kupon sebesar 5,7% pertahun. Mekanisme pembelian pun mudah, anda dapat memilih salah satu mitra distribusi dan mengikuti prosedur yang ditetapkan. Instrumen investasi ini aman karena dijamin oleh negara sehingga kemungkinan gagal bayar sangat kecil. Selain berinvestasi, anda dapat turut andil dalam membantu negara dalam rangka pemulihan kondisi negara dari dampak wabah virus corona.

  1. Sukuk Tabungan

Sukuk tabungan merupakan instrumen investasi lain yang diterbitkan oleh pemerintah untuk warga negara Indonesia dengan pengelolaan sesuai prinsip syariah. Sukuk tabungan ST0007 telah diluncurkan oleh pemerintah pada Agustus 2020. Pemesanan sukuk ini dimulai dari Rp 1 juta dengan tenor dua tahun. Imbalan atas kepemilikan sukuk ini dibayarkan setiap bulan, besarannya lebih tinggi dari deposito bank BUMN dan dijamin oleh negara. Imbalan ang didapatkan adalah imbalan mengambang dengan batasan minimal sesuai dengan perubahan BI 7-Day Reverse Repo Rate setiap tiga bulan sekali.

Dari dua jenis investasi di atas apakan anda sudah memilih instrumen investasi yang paling tepat? Pilihlah instrumen investasi sesuai kemampuan, tujuan investasi dan profil risiko yang anda tanggung.

Leave a Comment