Belajar Memahami Investasi Saham dan Reksa Dana

Apa itu saham? Bagaimana cara berinvestasi di saham? Dan sebesar apa sih risiko investasi di saham? Pertanyaan berikut tentu akan terlintas di benak anda ketika konsultan keuangan pribadi anda menyarankan untuk investasi saham. Pada dasarnya saham adalah bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Jika anda membeli saham perusahaan A meskipun hanya 1 lot (100 lembar) maka anda secara sah menjadi pemilik perusahaan A dan berhak atas keuntungan yang kelak diperoleh perusahaan.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang harus dipersiapkan sebelum berinvestasi di saham? Pertama, tentukan tujuan anda berinvestasi di saham. Apakah menjadi investor yang menggelontorkan dana dan mengambil manfaat dalam jangka panjang minimal 10 tahun? Atau menjadi trader yang motifnya mencari keuntungan maksimal dalam jangka waktu yang singkat? Katakanlah anda akan membeli saham perusahaan B. Langkah kedua adalah amati pergerakan saham perusahaan B minimal selama 1 tahun terakhir. Jika harga saham perusahaan B fluktuatif, amati kinerja dan selidiki jenis industrinya. Lakukan pembelian ketika anda memiliki dana dan lakukan secara reguler. Pembelian saham sebaiknya berasal dari jenis industri yang berbeda-beda supaya profil risikonya tersebar merata. Langkah ketiga, pahami lebih dalam saham perusahaan B. Cermati profil perusahaan dan amati laporan keuangan. Carilah informasi mengenai deviden perusahaan B pada tahun-tahun sebelumnya. Ketahui harga beli saham perusahaan B under atau over value (lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai pasar). Langkah keempat, pastikan perusahaan sekuritas sebagai perantara perdagangan mempunyai izin dan tercatat resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jika anda akan membeli secara online, pastikan keamanan data dan aplikasi yang digunakan.

Bagi pemula, mulailah dengan membeli saham blue chip (saham perusahaan dengan kualitas terbaik yang tercatat di bursa efek). Anda bisa meminta pendapat dan mendapatkan bantuan dari manajer investasi yang anda tunjuk. Sebagai investor saham, anda akan mendapatkan deviden (keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan dan dibagikan kepada para pemegang saham) dan capital gain (selisih harga beli dan harga jual saham di pasar modal).

Selain saham, ada instrumen investasi lain yang patut kita lirik sebab potensi keuntungannya menjanjikan yaitu reksa dana. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang mudah dibeli dan sangat terjangkau. Reksa dana sejatinya adalah wadah untuk menghimpun dana dari banyak investor yang kemudian akan dibelikan berbagai instrumen keuangan (obligasi, saham dll). Investasi reksa dana akan dikelola oleh manager investasi yang bekerja di sebuah perusahaan manager investasi. Anda bisa memilih berbagai jenis reksa dana dengan profil risiko dan keuntungan yang berbeda-beda.

Reksa dana pasar uang, jenis reksa dana ini memberikan imbal hasil yang kecil dibandingkan jenis reksa dana lain tetapi hampir pasti memberikan keuntungan. Tingkat risiko rendah, komposisi 100% reksa dana pasar uang.

Reksa dana pendapatan tetap, reksa dana ini memberikan imbal hasil secara tetap setiap bulannya. Komposisinya minimal 80% obligasi (surat utang) dan sisanya pasar uang.

Reksa dana campuran, merupakan jenis reksa dana gabungan antara saham, obligasi atau pendapatan tetap. Reksa dana ini cocok untuk investor moderat. Komposisi saham, obligasi dan pasar uang masing-masing maksimal 79%.

Reksa dana saham, memberikan potensi imbal hasil yang paling tinggi dibandingkan jenis reksa dana lain namun memiliki tingkat risiko yang tinggi pula. Komposisinya minimal 80% saham dan sisanya obligasi. Jenis reksa dana satu ini bisa anda coba sebagai ‘latihan’ sebelum anda membeli saham sebuah perusahaan.

Reksa dana yg akan anda pilih hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan awal berinvestasi. Gunakan strategi membeli secara rutin tiap bulan atau membeli saat dana tersedia.

Leave a Comment