Begini Cara Berinvestasi di Saham Untuk Pemula

Investasi adalah pengelolaan keuangan demi mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Alih-alih melindungi uang dari gerusan inflasi, investasi juga menyelamatkan diri sendiri di masa depan. Bentuk-bentuk investasi bisa bermacam-macam contoh: membeli properti, menyimpan emas atau investasi melalui berbagai instrumen keuangan yang ada di pasar modal. Kali ini kita akan membahas cara berinvestasi di saham.

Ketika anda memilih investasi di satu instrumen keuangan maka pastikan anda sudah tahu minimal kelebihan dan kekurangan instrumen investasi dipilih. Sesuaikan dengan profil risiko anda dalam berinvestasi apakah rendah, moderat atau tinggi. Setelah semua sesuai, pilihlah perusahaan sekuritas yang akan menjadi pialang anda dalam melakukan transaksi di pasar modal. Secara sederhana, perusahaan sekuritas adalah tempat dimana anda bisa menemukan saham yang ingin dibeli dan menemukan pembeli ketika anda ingin menjual saham. Kesepakatan antara pembeli dan penjual terjadi di sini. Perusahaan sekuritas yang anda pilih harus yang memiliki ijin resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Anda bisa masuk ke situs OJK untuk memeriksa apakah perusahaan sekuritas yang anda pilih terdaftar secara resmi.

Saham apa yang sebaiknya anda pilih? Bagi pemula, anda bisa memilih saham perusahaan yang produknya anda pakai sehari-hari. Misalnya setiap bangun pagi anda mandi dengan sabun merek X produk perusahaan A kemudian beraktivitas bertemu klien mengendarai mobil merek Y produk perusahaan B. Nah produk-produk inilah yang bisa menjadi pertimbangan bagi anda untuk dipilih. Memilih saham perusahaan yang akan anda beli memang tidak sesederhana ilustrasi di atas, ada banyak indikator yang menentukan perusahaan dianggap memiliki performa baik dan kurang baik. Namun bagi pemula, langkah ini bisa menjadi langkah awal yang konkret untuk memulai investasi di saham.

Perlu dipahami pasar modal adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran atas saham-saham perusahaan. Dalam jangka pendek, pergerakan harga saham suatu perusahaan dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran akan saham tersebut. Jika lebih banyak investor yang ingin membeli, maka harga saham cenderung akan naik begitu pula sebaliknya. Faktor eksternal seperti sentimen negatif kondisi perekonomian negara atau sentimen karena wabah virus corona juga memicu pergerakan harga saham. Lain halnya dalam jangka panjang, pergerakan harga saham dipengaruhi oleh kinerja perusahaan.

Berapa banyak saham yang sebaiknya anda beli saat memulai investasi? Di pasar saham, investor dapat membeli saham suatu perusahaan minimal 1 lot yaitu 100 lembar saham. Terkait besaran dana yang harus disiapkan untuk membeli saham, ini tergantung dari saham apa yang ingin anda beli sebab harganya bervariasi. Tidak disarankan untuk membeli saham yang harganya terlalu murah sebab umumnya kinerja perusahaannya kurang baik. Apakah anda akan memilih saham dengan harga mahal atau yang sedang- sedang saja? Harga saham suatu perusahaan tidak mencerminkan apapun. Maksudnya, belum dapat dipastikan jika harga saham mahal maka kinerja perusahaannya baik. Sebagai investor anda perlu membandingkan harga saham yang ditawarkan dan harga wajarnya terkait dengan fungsi dan kualitas produk. Dalam analisis ini anda bisa mengetahui apakah harga saham perusahaan tersebut over value (terlalu mahal) atau under value (terlalu murah).

Anda para investor pemula pasti sudah mengetahui keuntungan yang bisa anda dapatkan dari berinvestasi di saham. Deviden, umumnya dibagikan satu kali dalam satu tahun namun ada juga yang lebih dari satu kali dalam setahun. Besaran deviden yang anda peroleh tergantung dari profit dan kinerja perusahaan. Bagi para investor, investasi prinsipnya adalah jangka panjang. Mengambil keuntungan dalam jangka panjang sehingga perubahan harga dalam jangka pendek karena suatu hal bukan merupakan fokus investor.

Leave a Comment